HARGA EMAS HARI INI mencatatkan kinerja stabil dengan kecenderungan naik setelah kalender ekonomi kemarin merilis data Neraca Perdagangan China yang menunjukkan pembengkakan nilai surplus ekspor. Membaiknya aktivitas perdagangan dari negara konsumen komoditas terbesar di dunia ini memberikan sentimen positif bagi prospek permintaan bahan mentah global. Dampaknya untuk hari ini adalah meredanya kecemasan pelemahan ekonomi Asia, yang menopang daya beli pasar fisik terhadap komoditas logam mulia.
Stabilitas di pasar Asia ini membantu mata uang regional menguat tipis terhadap dolar AS, sehingga memberikan keleluasaan bagi harga emas untuk bergerak naik di atas area kritisnya. Beberapa pengelola dana terpantau mengakumulasi aset emas memanfaatkan pelemahan tipis pada indeks dolar hari ini.
Di pasar komoditas fisik, sentimen positif dari Tiongkok mendongkrak optimisme importir perhiasan untuk meningkatkan volume persediaan mereka. Kondisi ini menjadi penyangga yang sangat kuat yang mencegah harga emas jatuh akibat tekanan teknis dari bursa Barat.
Forecast untuk sesi New York nanti malam mengindikasikan harga emas berpotensi melanjutkan pergerakan naik secara moderat. Laporan data Persediaan Minyak Mentah EIA dan pidato beberapa pejabat bank sentral malam nanti akan menjadi fokus pasar. Jika pejabat The Fed melontarkan sinyal dovish, harga emas berpeluang menembus resistensi psikologisnya. Disiplin dalam mengatur batas penstopan kerugian adalah kunci malam nanti – PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id









